Jumat, 18 Mei 2012
Rabu, 09 Mei 2012
Sinopsis Miracle Menantang Maut
MIRACLE
MENANTANG MAUT
Novel ini menceritakan tentang siswa-siswi kelas 3 suatu SMU
akan melakukan berdarmawisata. Beberapa menit sebelum berangkat, Kinar ,siswi
kelas 3 sosial 1 mendapat penglihatan kalau bus kelas mereka akan mengalami
kecelakaan dan terbakar. Kinar memperingatkan teman-teman dan Guru tetapi tidak
digubris.
“Ada
yang telah mengintai di balik pintu menjadi rahasia besar detak waktu mengendap merayap meenggut
hidupku menyedot segala tak pernah ada yang tahu”
BIS yang meleleh ,orang-orang lumer seperti daging
,teriakan-teriakan dan jeritan tangis selalu mengintai Kinar dan teman-temanya.Maut
akan mengintai mereka semua.
Kinar mempunyai
firasat bahwa semua guru dan temanya akan mati dalam bis yang akan
membawa mereka ke puncak.Bis itu akan
meledak dan kinar akan tenggelam oleh lautan api
.”Tolooooong....! “Kinar berteriak ,Kinar berusaha untuk
melepaskan diri dari kepungan api dan harus melewati tubuh-tubuh gosong yang
mengepulkan asap kematian.
“Aaahhhhhh! Kinar histeris .Keringat kinar mengalir dan
membanjiri baju tidurnya .Dia megap-megap . Dia melihat dirinya pucat pasi pada
cermin kamarnya.
Gambar Bis Terbakar
“Kisah
asmara remaja berjuta bunga dalam mimpi mereka terbakar api cinta membara angkara
murka melumat segalanya”
Matahari telah naik di kota besar
itu dan cahaya kemerahan bagi semburan iblis yang sedang keluar dari mulut
iblis dia adalah sang maut yang sedang mencari korban.Terdengar suara-suara
aneh di kota itu.
Kota tersebut bagai selokan berwarna
hitam,bau dan banyak sampah.Begitu pula ada sebuah mikrolet yang usang, asapnya
membuat sesak para penumpangnya.Perempuan yang menjadi salah satu penumpang Bis
itu yang rambutnya ibiarkan panjang namanya Kinar.Dia merasa mikrolet tersebut
membuatnya tidak berkutik dengan jalanan yang macet dia memikirkan kapan cepat
sampai ketempat tujuannya.Supirnya asik merokok dan wajahnya seperti mayat karena
supir tersebut tidak pakai hati menyopir mikroletnya, Kinar dalam mikrolet itu
dia tampak gelisah dalam bis itu.Ketika kinar turun dari mikrolet itu tiba-tiba
ada sepeda motor yang menyeruduknya.
BUK!
Untung
saja si tukang ojeg itu berhasil mengerem motornya .Kinar juga melihat
penumpang dari tukang ojek itu karena angin telah berhembus dari arah
samping.Dia ingin sekali berteriak
karena wajah penumpang itu penuh dengan luka parut.”Takut”,kata
perempuan berwajah parut tersebut.Lalu kinarpun akhirnya pergi dan membayar
ongkos untuk naik mikrolet kepada kondekturnya. Akhirnya perempuan yang berwajah
parut tadi untuk meminta tukang ojegnya supaya jalan.
Lalu kinar pun pergi dan mempercepat langkahnya dari tempat
tadi untuk mencari ojeg, ia akan menuju sekolahnya yaitu “Pelita Bangsa”.Dalam
hatinya masih memikirkan perempuan yang berwajah parut tadi.ia meminta kepada
tukang ojegnya untuk turun diujung sekolah.
Mata
kinar langsung tertuju pada ojeg yang melintas didepanya karena ia menduga
bahwa tukang ojeg itu yang tadi yang membawa perempuan yang berwajah parut itu.ia
berfikir kenapa perempuan yang berwajah parut tersebut kesekolahnya ada urusan
apa.
Dia
pun melihat sudah banyak bis yang ada
pada halaman sekolahnya.Dan banyak siswa yang ada di halaman sekolah dan ada
juga yang masih keluar masuk dalam ruangan,
“Aku
harus menghentikanya” kata kinar dalam
hati,tiba-tiba ada yang muncul dihadapanya ada sebuah lorong yang putih yang
meghilang seketika,dan tiba-tiba juga ada subuah kertas yang menempel di kaki
kinar,ia berusaha membuang kertas itu etapi malah sia-sia usahanya.Kertas itu
tetap juga menempel pada wajah Kinar.Kinar melihat tulisan yang ada di kertas
itu dan tulisanya adalah KITA MATI.Kinar
pun membuang dan meremas kertas yang
tadi di temuinya.
Ketika dia lewat pintu belakang
disana tidak ada apa-apa,siswa kelas X dan XI sudah masuk kelas semua.Tiba-tiba
ada bayangan yang melintas ke arah toilet,kinarpun melanjutkan perjalanannya
.Ada beberapa siswa yang bertemu Kinar dan mereka pun menatap kinar karena
mungkin karena penampilan kinar yang terlihat aneh dengan rambut panjangnya.Tiba-tiba
ada yang mengageti Kinar dan mengatainya CUPU.Diapun meneruskan jalanya.
Ketika di belakang koridor kinar nyaris bertabrakan dengan
Satyo ,dan gulungan kertas yang di bawa Satyo pun jatuh ,Satyo tidak hanya
sendirian tapi Satyo bersama Kaka.Dia membuka karton yang terbuka dan ingin
melihat gambar yang ada didalamnya,tetapi malah di ambil oleh Satyo.Akhirnya
kinar disuruh untuk langsung kebis karena semua teman-temanya sudah ada disana
semua,diring lapangan sekolah tiba-tiba Kinar melihat ada sebuah titik hitam
dan burung gagak.Di dalam bis Kinar mencari tempat duduk tetapi malah Kinar
selalu disingkirkan oleh temannya, Kinar pun akhirnya duduk dikursi paling
belakang.Dia duduk dengan hati yang gelisah ia masih berfikir tentang tuliasan kita
mati,perempuan berwajah rusak,dan burung gagak.Sebenarnya apa yang akan
terjadi.Di dalam bis
itu semua anak memaki Kinar karena penampilan Kinar yang aneh,Kinar melihat
awan hitam yang menyelimuti gedung sekolahnya itu.Ketika Kinar melihat dari
jendela bis itu seolah halamannya menjadi warna merah penuh darah.Ketika semua
siswa sudah ada didalam Bis tersebut Satyo mengabsen satu persatu
teman-temanya.Ketika Kinar dipanggil untuk diabsen dia tidak mendengarnya
sampai Satyo mengulangnya dua kali.Dia pun mengacungkan tangannya dengan muka
merah.
Ketika Bis akan keluar dari
pintu gerbang tapi
Kinar masih dibayangi oleh bayang-bayang ketakutan kalau dia dan teman-temannya
akan mati .Tetapi teman-temanya bernyanyi sambil bertepuk tangan.Kinar pun pucat
dan meraba-raba dadanya ,Kinar melihat perempuan yang berwajah cacat diluar
bis.Kinarpun
mengatakan “stop.....stop”,bis ini ngga boleh berangkat”.Semua orang pun melihat Kinar
termasuk supir bis itu dan mengatakan bahwa Kinar itu sinting,dia mencoba meyakinkan satyo bahwa
bis yang ditumpanginya akan terbakar, Kinar malah berteriak-teriak.Satyopun
menenangkan Kinar ,Tetapi malah Kinar menangis dan dia mencoba untuk meyakinkan
kepada Pak Irawan kalau Bisnya akan kecelakaan. Pak irawan pun bingung dengan
keadaan Kinar karena Kinar seperti orang yang kesurupan.Tanapa sadar
sopir bis itu mendadak mengerem,semua yang ada didalam bis tersebut bertubrukan
.Semua yang ada disana mereka semua kesal kepada Kinar .Kinar malah diseret turun oleh ketua
angkatan, Satyo dan wali kelas Pak Irawan .Kinarpun masih meronta-ronta kalau
semuanya harus turun.Tetapi mereka malah meremehkan omongan Kinar.
Kaka, sahabat Satyo ikut turun, tetapi dia melarang
Elisa pacarnya karena suatu alasan.Meraka yang
ada didal bis itu meminta untuk cepat berangkat.Tania meminta kepada Ago untuk
menemaninya turun dan untuk melihat keadaan Kinar.Mey dan Aldipun juga ikut
turun karena Mey ingin sekali minum ,mereka pergi kekantin sekolah. Elisa melihat gelisah kearah gedung
sekolah.Bis kelas itu berangkat duluan,
sedangkan mereka yang turun, rencananya dinaikkan ke bus untuk guru.
Kinarpun dibawa keruang guru untuk ditenangkan dahulu ,dia
meronta-ronta dan menjerit-jerit dia meminta untuk bis itu tidak jalan,Kinar
didudukan dikursi .iapun
diberi minum oleh Satyo dan semakin meyakinkan kepada Satyo bahwa bus akan
kecelakaan.Kinarpun masih meyakinkan Pak irawan bahwa bis itu akan kecelakaan
,semua shock menatap Kinar.Teman-temanya menganggap semua yang dibicarakan
Kinar adalah Tahayul malah temanya ada yang mengatainya bahwa dia cewe freak.Kinarpun tidak mau naik kedalam
bis itu,dia tidak mau mati dan dia juga menyuruh Satyo supaya tidak ikut naik
juga kke bis itu.Pak irawan menanyakan apakah bis kelas 3 sosial satu sudah
berangkat duluan atau belum ternyata bis itu telah berangkat.Kinar mendengar
percakapan Pak Irawan dan pak Dedi tadi,ia pun bertanya bis yang mana yang
telah jalan,Pak irawan sedikit marah kepada Kinar dia meminta Kinar untuk
menjaga sikapnya,ketika Kinar tahu bahwa bis itu telah jalan dia pegi dan pergi
melihat bis itu apakah benar sudah berjalan atau belum.Ketika dia di lapangan
ternyata bisnya telan berangkat tubuh Kinar terasa lemas.Kinarpun kembali di
dudukan kesofa Satyo mencari p3k untuk mengobati Kinar.Kaka,Ago dan Tania tidak
tahu kalu bisnya sudah berangkat,mereka bertiga menyalahkan Kinar karena semua
tingkahnya malah mereka bertiga ketinggalan bis.Dia melihat jendela dan dia
juga melihat gagak,dia berteriak-teriak tetapi yang lain tidak melihat burung
gagak itu.Tiba-tiba ada yang ribut-ribut dikoridor sekolah,mereka semua melihat
ke pintu .Tiba-tiba
ada guru perempuan yang masuk dengan wajah pucat dan mengatakan bahwa Bus kelas
3 Sosial 1 itu ternyata mengalami kecelakaan seperti penglihatan Kinar.Bgis itu
ditabrak oleh mobil tangki
semua orang
merasa lemas dan tidak percaya.Semuanya tewas. Delapan orang yang turun semua selamat,
yaitu Satyo, Pak Irawan, Kaka, Ago, Tania, Mey, Aldi, dan Kinar sendiri. Semua
orang pun memandang Kinar karena kejadian tersebut seperti sudah direncanakaannya.
SEGALA YANG ADA JADI TIADA
“Dari api menjadi abu .Sesal
kemudian tiada guna .Begitulah perputaran dunia Dari tak ada menjadi ada
Kemudian, ada kembali ke tak ada”
Semua perawat sibuk berlari-lari di
koridor instalasi gawat darurat.Disana dipenuhi dengan bau gosong yang
menyengat hidung.wajah mereka dipenuhi duka karena orang-orang yang disayangi
telah pergi untuk selama-lamanya.Kinarpun terdiam memikirkan kejadian
itu,sepertinya itu mustahil tetapi itu semua telah terjadi.Dia dikatai tukang
ramal oleh teman-temannya.Mereka semua saling peluk ,dan mereka menangis .Kaka
masih mencari-cari jenazah Eliza.Dia menangis yang ada hanya kemarahan dalam
hati Kaka.Satyo mencoba untuk menenangkan Kaka supaya dia bisa merelakan Elisa
pergi.Tiba-tiba Kinar datang ,Kaka menyalahkan Kinar bahwa semua ini
gara-garanya.Kinar berfikir apa benar ini semua gara-gara aku .Semua orang
menatap mereka dengan ekspresi aneh.
Kinar menangis didalam kamarnya ,dia
mendengarkan berita di TV kalu bis yang berisi murid-murid kelas 3 SMU Pelita
Bangsa mengalami kecelakaan.Kejadian tersebuk disebabkan karena ada mobil
tangki berisi bensin yang kehilangan kendali sampai menabrak bis y6ang membawa
murid-murid SMU pelita bangsa.Dia melihat bayangan perempuan dijendeala
kamarnya ,tetapi mungkin itu hanya imajinasi Kinar saja .Tiba-tiba dari arah
luar ada anak tetangganya yang sedang mengerjainya .dia mengambil majalah dan
kipas angin karena dia merasa gerah, ada bagian majalah yang masuk kedalm kipas
angin itu .Kinarpun mengambilnya lalu ada tulisan MATI.Dia merasakan maut
sedang mengintainya.Dengan kesal Kinar meremas sobekan kertas itu dan
membuangnya ketempat sampah di dekat pintu kamarnya.
Kinar berjalan disekolahnya tetapi
semua orang menatapnya,cemoohan-cemoohan banyak keluar dari mulut mereka.Dia
menguatkan hatinya .Dia berjalan lagi di koridor sekolah.Tetapi disana ada yang
menghadangnya.Ternyata itu Satyo,dia mengatakan bahwa satyo dan teman-temanya
kini harus bergabung dengan anak-anak
Kelas 3 sosial 2.Mereka menyuruh Kinar untuk masuk kekelas dengan cepat.Kaka,
Tania,Aldi ,Mey sudah bersamadengan pak Irawan sekarang.Mereka semua tidak
menginginkan Kinar masuk kedalam kelas ini karena mereka takut kalau nasibnya
akan sial seperti anak SOS 1.Tetapi anak –anak sosial 2 harus tetap menerima
Kinar dalm kelas ini kerena itu merupakan keputusan
sekolah.Satyo,Ago,Tania,Kaka,Aldi,Mey dan Kinar menuju tempat duduk yang masih
kosong.
Sekarang pelajaran olahraga.kecuali Kaka
,Aldi,Ago dan Satyo ikut bermain
voli.Ketika kaka yang akan men-smash bola voli itu tetapi meleset ,tubuhnya
jatuh menimpa jaring,lehernya terlilit jaring.Mata kaka melotot dan berusaha melepaskan
diri.Kinarpun menolong Kaka,tetapi semua anak malah menatap Kinar .Kinar
mencari-cari Kaka tetapi malah tidak ada,Kaka pun memanggil Kinar kenapa dia
mencarinya.Tetapi malah Kinar dituduh oleh Kaka.Tetapi Kinar tidak takut karena
dia tidak ingin teman-temanya mati sia-sia.Satyopun membela Kinar karena Kinar
telah dituduh yang tida-tidak oleh kaka.Satyo tiba-tiba saja memukul rahang
kaka.Satyopun meminta maaf kepada kaka karena dia telah kehilangan
kendali.Kinar semakin meyakinkan bahwa Kakalah yang akan mati
selanjutnya,tetapi malah Kaka meremehkan omongan Kinar dan malah mengatai Kinar
sebagaib tukang sihir.Kinar akhirnya pergi karena kehadirannya hanya sebagai
duri yang dekat dengannya pasti akan terkena masalah.
Satyo bingung dia harus berpihak
kepada siapa,Meypun mendekati Satyo dan mengatakan bahwa Satyo telah
mencampakan Imas seseorang yang pernah dekat dengannya dia juga menanyakan
kenapa dia tidak membalas cinta Mey,malah lebih memilih Kinar.
Kaka menggendong tasnya menyusuri
Koridor disekolahnya,dia merasa sepi karena biasanya ada Elisa menemaninya
tetapi sekarang dia sendirian.Dan dia berfikir bahwa semua kejadian itu karena
Kinar .Satyo memanggilnya dan meminta maaf kepada Kaka kejadian yang tadi,dan
dia menanyakan Kaka akan kemana.Kakapun menjawabnya kalau dia akan kekuburan
Elisa .
Kaka kecewa kepada Satyo karena dia
telah membuat dia sakit hati,dia benar-benar telah kehilangan sahabatnya ,kaka
melihat kinar yang berjalan sendirian iapun menemuinya dengan perasaan
amarah.Kaka akan membuat perhitungan kepada Kinar tetapi Kinar semakin
meyakinkan kalau Satyo tida akan hidup lama lagi. Hati Satyo bercampur aduk ada
perasaan takut,marah .Kinar melihat Kaka ketakutan sebenarnya ,Kaka
gemetar dan bulunya merinding. Akhirnya
iapun pergi.Tanpa mereka berdua ketahui Tania ada dibalik pintu mengetahui
percakapannya diapun merasa ketakutan.
Kaka kepemakaman umum untuk berziarah
,dia menyebar bunga dikuburan Elisa .Dia ingin seperti dahulu lagi dia ingin
sekali memeluk Elisa tetapi tanah yang memisahkan mereka, Kaka tidak percaya
kalau Elisa sudah tidak ada. Ketika tangan Kaka memegang rumput tiba-tiba ada
sepasang tangan yang keluar dari dalam tanah dan menarik tangan Kaka. Kakan
pucat dia berteriak tetapi, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari
mulutnya. Ternyata itu hanya halus sinasinya, dia pergi meninggalkan kuburan
Elisa. Dia melihat bayangan perempuan seperti Elisa, terdengar suara burung gagak dia mengira maut
sudah mengincarnya. Dia tidak tahu arah pintu gerbang dari kuburan itu, dia
berlari-lari untuk mencari jalan keluar tetapi hanya sia-sia. Dari balik
rerimbunan dia melihat bayangan, ia pun lari dan terjatuh di sebuah kuburan
yang nisannya tertulis Kaka Nugroho dan nama itu adalah namanya.
Kaka terperosok ke dataran yang
curam tubuhnya membentur batang-batang pohon, ia terus berlari hingga ia
terpeleset dan membentur sebuah pohon. Dia terjerat syal di kakinya dan dia
mencoba melepasnya namun kakinya menjuntai di udara, dia tercekik dia berusaha
untuk membebaskan diri tetapi sia-sia, lidahnya terjulur dan Kakapun melotot.
Akhirnya burung gagak itu pergi meninggalkan dahan pohon.
Kinar turun dari mikrolet, dia masih
memikirkam Kaka. Apakah ramalan Kinar benar atau tidak, dia masih merasa
tertekan dengan peristiwa di sekolahnya. Dia melihat orang yang mengangkut
lemari dari pick up dia tidak menyadari bahwa dirinya terlalu dekat dengan
lemari itu, dia melihat bayangan perempuan dengan wajah cacat melintas, dan ia
melihat burung gagak. Tiba-tiba lemari itu jatuh dan Kinar ada di dekatnya, dia
tidak bergerak dan diam. Ternyata maut sedang mengikutinya. Dia berlari menuju
rumahnya, dia merasa di kejar-kejar wajah perempuan cacat berparut dengan
burung gagak. Kinar tidak mau mati.
Murid-murid berkumpul di depan papan
pengumuman, mereka melihat sesuatu di papan pengumuman. Ketika Kinar berjalan
di koridor orang-orang memandanginya dengan wajah tidak suka, dia melihat Satyo
di ujung papan pengumuman dengan wajah terpukul. Kinar bertanya sebenarnya apa
yang terjadi dengan Satyo ternyata penglihatan Kinar benar bahwa Kaka
meninggal. Tania menceritakan kepada Ago bahwa Kinar telah nyumpahin Kaka kalau
umurnya ngga akan lama lagi, Tetapi Ago tidak percaya dengan hal-hal yang
seperti itu. Dia rencananya akan mengerjai Kinar dengan Tania.
Kinar dan Satyo jalan berdampingan,
banyak suara-suara yang menghina Kinar. Satyo mencoba untuk menenangkan Kinar ,
Satyopun berpikir apakan dia mampu melewati semua permasalahan ini. Kinar dan
Satyo tidak percaya kalau Kaka mati bunuh diri.Tetapi Kinar merasa kalau Kaka
meninggal karena dikejar sang maut.Satyo gelisah dia memikirkan gambar yang
telah diberikan oleh Imas , Dia mengira kalau seharusnya yang tidak naik Bis
itu mati .Sekarang kematian sedang mengintai dirinya.Kinar merasa kalu mereka
mungkin BELUM saatnya untuk mati,mereka merasa kematian Kaka tidak wajar
.Sebenarnya ada yang disembunyikan dari Satyo tetapi dia terus menghilangkan
kecurigaan Kinar kepadannya.Tetapi Kinar tahu apa ynag sebenarnya ada dipikiran
Satyo ,mereka berduapun pergi keperpustakaan untuk browsing di internet mungkin
ada yang bisa didapat, Satyo masih saja
ingin menutupi masa lalunya.
Ketika dipintu perpustakaan Kinar
enggan masuk ,dia merasa takut dengan berhati-hati mereka berjalan di antara
rak-rak buku yang sudah reyot karena dimakan usia .Mereka langsung menuju
kemeja komputer untuk browsing.Perpustakaan itu sekarang benar-benar sepi
,Kinar tiba-tiba membaca kalimat ..
“Nggak ada yang bisa menghindar dari
kematian.Karena kematian itu akan mengejar ke mana pun.”
Tiba-tiba di arah belakang ada yang
berjalan lalu mendekat dan meletakan tangan keaarah pundak Satyo dan Kinar
,mereka menoleh ternyata itu Pak Irawan.Pak irawan mengingatkan kepada Kinar
dan Satyo kalau hari sudah sore, pak irawan melihat ke layar komputer dan
melihat apa yang sedang dibrowsing kinar dan Satyo ternyata mereka membrowsing
tentang klenik.
Mereka berdua tersenyum,dan mereka
juga pamit ingin pulang.Pak irawan didalam perpustakaan sendirian,ia mematikan
komputer-komputer yang masih menyala,ada komputer yang sudah dimatikan tetapi
masih saja menyala.Dipun mematikan stopkontaknya, suasana perpustakaan terasa
hening .Tiba-tiba ada suara seperti kursi yng ditarik,dia melihat bayangan
hitam yang sedang duduk di kursi itu.Dia melihat bayangan hitam itu pergi untuk
menuju kearahnya, ia mempercepat langkahnya dan berlari menujub pintui keluar.
Pak irawan berlari kearah pintu
lain,iapun harus melewati rak-rak buku.
GDUBRAAAAKKKK……
Rak buku itupun menimpa tubuhnya,
darahnya mengucur dari tubuhnya. Dia mencoba untuk menyelamatkan diri ,tetapi
malah rak buku itu menyenggol lemari kaca yang berisi piala-piala.Lemari itupun
jatuh dan menimpa kepala pak Irawan.
Pak Irawan tewas,tidak ada yang tahu
dia tewas karena semuaa pintu dan jendela perpustakaan tertutup sendiri. Dan
lampu perpustakaanpun padam seketika….
Kinar menghela nafas dan membuka
lemari es untuk mengambil minum, dia melihat hiasan dari magnet dan melihat
hurufnya. Dia merasa tadi tulisanya happy
tetapi sekarang malah KI. Dia masuk kekamar untuk bercermin dan menyisiri
rambutnya. Dia melihat sobekan kertas yang bertuliskan MATI.Kinarpun membakar
kertas itu dan membuangnya ketempat sampah.,kertas itu terjatuh kelantai dan
membakar korden.Dia tidak sadar dan langsung mengambil selimut untuk mematikan
apinya.Dia tidak sengaja menyentuh meja dan boneka porselin itu jatuh.
Ago dan Tania berjalan beriringan,
diperpustakaan murid-murid berkerumunan Ago dan Aldypun kesana.Mereka
menerhatikan rak lemari yang menimpa Pak Irawan ,dia melihat Pak Irawan dengan
shock.Kinar
mengira itu semua adalah salahnya tetapi Satyo meyakinkan bahwa dia adalah
bukan salahnya,Ago mengira semua itu adalah salah Kinar dia tidak akan pernah
suka dengan Kinar.Tiba-tiba ada suara jeritan dari dalam ruang perpustakaan
ternyata itu adalah jeritan Tania ,Agopun langsung menemui Tania dengan rasa
panik.
Ago sangat takut ada sesuatu yang akan hal buruk yang
menimpa Tania, dia melihat tania berdiri terpaku.Tania tubuhnya gemetar dan ia
juga menangis,dia menunjukan apa yang ada di atas mejanya ternyata ada sebuah
kotak yang isinya adalah tikus mati.Dia mengira kotak itu untuk Kinar kenapa
pindah kemeja Tania. Tania mengira bahwa Kinar yang telah memindahkan kotak
tersebut kedalam rak meja Tania.Agopun mengajaknya untuk keluar dari kelas
,murid-murid banyak yang melontarkan beragam pertanyaan,kemarahan,dan
kejengkelan.Hari itu disekolah Pelita Bangsa seperti ada gempa bumi , banyak orang
yang diperiksa polisi sampai larut malam,Kinar dan Satyo juga diperiksa polisi
karena merakalah yang terkhir kali meliat pak Irawan di perpustakaan.
Tania tidak merasa nyaman lagi
bersekolah di Pelita Bangsa karena dia mengira kalau maut sedang mengintainya.Saat
di WC Tania melihat kecermin tiba-tiba ada sebuah bayangan ,diapun ketakutan
tetapi dia malah melihata Kinar ada dibelakangnya .Kinar melihat Tania dengan
wajah aneh, Semua yang ada didalam Wc takut dengan Kinar akhirnya mereka
memilih unutuk keluar.Tania menampar Kinar karena sudah dibuat marah karenanya
pipi Kinar panas karena tamparan dari Tania tadi .Tiba-tiba ada Mey muncul
disamping mereka . Tania menatap Mey dan
Mey menarik tangan Kinar lalu
menyeret dan menyorong kepala Kinar
kewastafel sambil mengucurkan air kran.Mey mengancam Kinar kalau dia akan mati
, Kinarpun megap-megap dan teman-teman yang lain ketakutan menyaksikan Mey
menyiksa Kinar. Tetapi malah Tania menghalangi niat Mey untuk membunuh Kinar
karena dia takut kalau urusanya dengan polisi , akhirnya Mey melepaskan Kinar
tubuh Kinar membentur dinding.Mereka semuapun pergi dari WC itu hanya ada Kinar
dia menahan air matanya .
Tania melihat didalam meja makan ada
sepiring buah-buahan segar iapun segera
mengambilnya , ketika dia menggigit apel itu ada ulatnya.Tania membuang apel
itu ketempat sampah , ketika dia sedang minum dia merasa ada yang aneh dengan
mulutnya ternyata dalam gelas itu ada kecoanya. Tania bingung dengan kejadia
tadi iapun berlari dan mencari-cari sapu untuk membersihkannya, Tania tanpa
sengaja ketika sedang membersihkan pecahan-pecahan gelas tadi tanganya terkena
pecahan gelas dan tanganya berdarah. Dia melihat digenangan darah itu seperti
ada bayangan tetapi tidak ada wujudnya . Dia langsung lari karena ia pikir
bayangan tadi adalah mama dan papanya , tubuhnya membentur sesuata dia
membalikan badan disana ada kinar dia menyodorkan tikus mati kepada Tania,
Tania semaking ketakutan.Tania merasa
sendirian dikamarnya dia melihat disekelilingnya ternyata tidak ada siapa-siapa.Dia
mengelap keringatnya dia meraba-raba
kasur yang empuk .Ternyata itu hanya mimpi dan halusinasi Tania saja.
Tania merasa ketakutan karena ia
mendengar suara-suara iapun membuka pintu kamarnya . Suara itu semakin jelas
terdengar suara tersebut seperti suara
pak Irawan dia mencubit pipinya karena dia piukir dia bermimpi tetapi itu
nyata.Ketakutan terus menghantuinya dia tidak percaya bahwa orang yang mati
akan jadi hantu. Dia pikir kedua orang tuanya sudah pulang tetapi tidak mungkin
secepat itu . Dia pun semakin takut dan ia masuk kekamar , tubuh Tania jatuh ke
anak tangga terbawah .
Suasan kelas hening semua murid saling pandang. Pak dedi berdiri
didepan kelas dengan mengumumkan berita berduka cita karena telah kehilangan
Tania Renata, Ago ngga nyangka kalu Tania sudah tidak ada karena kemaren malam
sebelum Tania neningga Ago sudah menelpon Tania . Semua menuduh Kinarlah yang
telah membunuh Tania , Pak Dedi menyuruh semua muridnya untuk diam karena itu
bukan salah Kinar karena polisi menduga kalau Tania meninggal kareba ngelindur
. Wajah Kinar berubah marah, sedih, putus asa, dan tercampakan.Dia pun berlari
keluar ruangan tetapi Satyo langsung mengejarnya .
Pak Dedi mengangguk dengan ekspresi
bingung atas peristiwa yang menimpa murid-muridnya selama dia mengajar di SMA
Pelita Bangsa baru kali dia mengalami sesuatu yang aneh.Pak polisi kini telah
menemuka bukti kalau Tania meninggal karena jatuh dari tangga, tapi Ago tetap
mengira kalau penyebab pembunuhnya adalah Kinar. Ago juga mengira bahwa Kinar
juga menyantet teman-temannya, Semua yang ada diruang kelas terdiam sedangkan
diluar kelas Satyo berusaha mengejar Kinar
dan berhasil memeggang tangan
Kinar . Kinar takut kalau Satyo akan mati karena semua orang yang dekat dengan
Kinar pasti akan mati. Satyo masih menyembunyikan seuatu dari Kinar tetapi
belum saatnya Satyo mengatakan kepada Kinar . Mereka berdua pergi ke café di
ujung jalan disana mereka berdua dudu berdampingan dan menikmati makanan yang
telah dipesannya. Kinar ingin sekali dengar cerita tentang Imas dari Satyo
tetapi malah Satyo mengalihkan pembicaraan. Hari ini Tania dimakamkan Satyo
ingin mengajak Kinar kesana tetapi jika Kinar kesana hanya akan cari masalah ,
ketika dia sedang mencoret-coret dia menulis kata KITA MATI semua yang lolos
dari bi situ akan mati . Dia mengira tulisan KITA MATI dimulai dari Kaka, Pak
Irawan, dan Tania dia menulis tuisan KIT..
Berikutnya
adalah A.. dia mengira temannya yang lolos dari kecelakaan tersebut adalan Ago
atau Aldi dan itu membetuk tulisan KITA
sedangkan M nya adalah Mey, A adalah Aldi, sedangkan T dn I nya Inar dan Tyo
karena biasanya Kinar dan Satyo biasanya ipanggil dengan nama itu. Satyo
menggelengan kepalanya karena tidak setuju dengan ucapan Kinar kinar menulis
lagi KITA MATI yaitu singkatan dari Kaka,Irawan,Tania,Ago,Mey,Aldi,Tyo dan Ina.
Kinar dan Satyo cepat-cepat memberitahukan kepada mereka semua, mereka memikirkan apa yang bisa menggagalkan kematian
tetapi Kinar dan Satyo harus berusaha sekuat tenaga mereka meskipun itu tidak berhasil
. Satyo akan membertahukan hal ini
kepada Ago sedangkan Kinar keAldi semoga saja mereka berdua dapat percaya
tentang hal ini dalam hati Kinar berbisik dia akan tanya kepada Satyo lain kali
saja.
Kinar
ceingukan di Studio music , disana dia bertemu dengan dua cowok dia langsung
menanyakan apakah mereka berdua kenal Aldy atau tidak . Kinar menunggu Aldy
diruang tunggu disana banyak anak-anak
band wajh Kinar berbinar ketika dia
melihat Aldy sedang duduk dengan Mey, Kinar langsung mendekati Aldy tetapi
malah Mey menghadang Aldy dan Mey sangat kaget dengan Kinar karena tidak
biasanya Kinar berani membalas ucapan Mey . Aldy dan Kinar akan membicarakan
hal tersebut dalam kantin tetapi malah Aldy cuek-cuek akhirnya dia berani bicara bahwa dialah yang
akan mati selanjutnya tetapi Aldy tetap saja tidak percaya kepada Kinar ,Kinar
meyakinkan Aldy kalau dia harus mendengar ucapa Kinar . Tetapi dia tidak
mendengarkan ucapan Kinar dia langsung
pergi untuk latihan . Aldy pergi kearah Mey dan Aldy pn mengejek Kinar didepan
teman-temanya d studio itu tidak terkecuali Mey juga mengejek Kinar diruang
tunggu . Semua yang ada disana tertawa ia langsung lari meninggalkan ruangan
itu ketika dipintu keluar Kinar menoleh dan melihat Aldy dengan tatapan aneh.
Ago masih
berenang ketika dia memegang pinggiran kolam tiba-tiba pemb antunya muncul , teryata ada tamu yang mencari
Ago ternyata yang kesana adalah satyo.
Langsung Agopun langsung menyelesaikan renangnya dan sambil menunggu Satyo
dengan meminum es jus dan sambil mengeringkan tugbuhnya yang masih kering. Ago
mengira bahwa Satyo datang kerumah Ago disuruh oleh Kinar untuk memberitahu Agolah
yang akan mati selanjutnya. Satyo masih berusaha untuk membuat Ago percaya kalau omongannya harus dipercaya karena yang
akan mati adalah antara Ago dan Aldy tetapi malah Ago tertawa karena masih
belum jelas yang akan mati duluan siapa. Tiba-tiba HPnya Satyo berdering
ternyata menelponnya adalah Kinar
mereka berdua masih merasa takut dengan mereka berdua. Kinar masih memerhatikan
yang ada didalam studio dia melihat ada teman Aldy yang membawa akuarium bulat
dan ternyata teman Aldy terpeleset ikan yang ada didalam akuarium itu menggelepar-gelepar.Kinar merasa semakin
ketakutan perasaannya mengatakan ada bahaya dengan Aldy.
Satyo
menyuruh Ago untuk cepat naik dari kolom renang karena dia takut akan terjadi
apa-apa dengan Ago tetapi Ago tidak percaya , dia masih mengejek Satyo. Hp
Satyo bordering lagi Kinar ingin memastikan kalau Ago sudah naik dari kolam
renang atau belum .Kinar masih berdiri diteras studio dengan memerhatikan Aldy
didalam studio itu. Dia pergi dari studio itu untuk pergi kerumah Ago ,
ternyata sopir itu mengatakan kalau sudah mati pasti akan mati wajah supir itu
dingin. Di studio itu Aldy membawa
ia nyaris terpeleset karena menginjak
genangan air . Aldi menyalahkan temannya tetapi temannya terlihat cuek . Kinar
berhenti disebuah rumah yang besar dan mewah, Ago masih berenang ketika Kinar
datang dan langsung mendekati Satyo. “Ago naik Go.!!’
“Ngapain lo kesini? Ago tidak suka.
“cepetan naik, Go!” kinar
mengulangi.
Satyo medekati bibir kolam, dia
berusaha menarik lengan Ago. ‘’Ayo go! Naik, Go!’’
Namun, Ago malah sengaja meluncur ke
tengah kolam renang dengan wajah menantang. Tiba-tiba, Ago terdiam sejenak.
Lalu tiba-tiba kakinya menghentak-hentak seakan ada yang .menariknya dari
bawah. Ago tertarik ke bawah, tangannya menggampai-gapai. Mulutnya erbuka tapi
tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Ago tenggelam…satyo langsung
menceburkan diri ke kolam untuk menyelamatkan Ago , Kinar cemas ia berjalan
mondar-mandir di pinggiran kolam . Satyo di dalam kolam msih mencari-cari Ago
tetapi Satyo tidak menemukan Ago, Satyo kembali menyelam dia merasa ada yang
menekan kepalanya ke bawah ternyata Ago sedang mengerjainya. Ago tertawa ngakak
dia naik ke permukaan dan mengambil baju handuknya. Satyo berbaring dipinggiran
kolam pakaiannya basah dia juga tampak marah tetapi Ago malah tertawa.
Kinar menatap Ago dengan tatapan asing
dia melemparkan padangannya ke langit, tba-tiba hp ago berbunyi ketika Ago
mengambilnya dilayar HPnya terlihat nama Aldi , Satyo pun bangkit dari duduknya
dan membuka kaos yang basah tadi. Kinar dan Satyo menatap Ago penasaran.
Aldi menutup pembicaraan di telepon,
Aldi akan memasang kabel ke stopkontak, tetapi tangannya tidak dapat mencapai
stopkontak itu. Aldi terpaksa berlutut dan nungging dia menjulurkan tangannya
untuk memasang kabel, kaki Aldi hamper menyentuh genangan air saat kabel berhasil terpasang Aldi tampak puas dia
tiba-tiba menyentak dengan tiba-tiba hingga menyentuh genangan air yang ada di
dekatnya. Kilatan putih berisi aliran listrik muncul berulang-ulang suaranya
memenuhi studio , tubuhnya kejang-kejang seperti ikan mas koki yang terkapar.
Teman-temannya menjerit Mey langsung menghubungi Ago, Ago merasa heran karna
tiba-tiba saja menelponnya, wajah Ago pucat. Dia melihat ke Kinar dan Satyo
dengan perasaan campur baur, aneh, takut, asing, cemas, marah dan bingung .
Kinar dan Satyo tampak shock mereka
sebenarya lebih suka Ago selamat dari pada Aldy. Kinar, Satyo, Ago dan Mey
berdiri memisahkan diri , ibunya Aldy menangis histeris perempuan malang itu
memukul mukul dada suaminya. Kata polisi kejadian ini karna keteledoran Aldi.
Pihak studio sekarang masih diperiksa oleh polisi untuk dijadikan saksi. Jika
pihak studio lalai dengan masalah keamanan mereka akan dijadikan tersangka. Aldi,
Kinar, Ago, dan Mey belum pulang di pemakaman mereka berteduh di bawah pohon.
Kinar bicara kalau mereka semua akan mati, dalam waktu tidak sampai seminggu
sudah empat orang yang meninggal. Suara mey meninggi dan putus asa, dia akan
melakukan apa saja supaya dia selamat. Ago merasa aneh karena tidak biasanya
dia seperti itu , seharusnya mereka mati ketika kepuncak Satyo menyuruh untuk
menentang kematian dan pergi kepuncak.Merekapun saling pandang mereka disana
tidak akan pisah-pisah.Mey setuju dengan pendapat Satyo dan ahkirnya mereka
semuapun pergi kepuncak , Mereka juga saling saling pandang seolah permusuhan
selama ini menjadi sirna.
Akan tetapi ternyata kematian tidak berhenti begitu saja.
Satu persatu mereka mati, diawali oleh Kaka, Pak Irawan dan Tania.Semua dimulai
dari Kaka, yang tewas secara aneh saat mengunjungi makam pacarnya, Elisa dan ia
meninggal saat melompat menghindari bebatuan dan tergantung karena dahan-dahan
di pohon. Lalu Pak Irawan, yang tewas karena tertimpa lemari di kantor guru,
namun sebelumnya ia masih hidup, sebelum ada sebuah piala lancip yang menancap
di dadanya. Tania adalah yang tewas berikutnya. Ia tewas setelah terjatuh dari
tangga di rumahnya dan lehernya patah, setelah terpeleset oleh percikan darah
dari tangannya yang memegang pecahan gelas. Aldi adalah yang tewas berikutnya,
pada saat ia dan teman-teman band nya sedang latihan, ia kesetrum kabel-kabel
untuk menyambungkan gitar listrik. Sekarang ejaannya sudah menjadi KITA. Kinar
juga sempat menyadarinya saat melihat mainan magnet di kulkasnya berubah
menjadi KI (K untuk Kaka dan I untuk Irawan, sesaat setelah Pak Irawan tewas).
Mereka semua berniat menantang maut,
dan datang ke Puncak. Setelah terjadi keributan di sana, Mey menjadi korban
berikutnya yang tewas, setelah tertimpa jatuhan kayu-kayu yang sudah lapuk dan
tajam, menancap di dadanya dan membunuhnya seketika. Lalu, mereka berniat pergi
dari tempat itu, yang tersisa hanya Kinar, Satyo dan Ago. Ago yang terluka
karena keributan tadi, harus dipapah oleh Kinar dan Satyo, namun saat dipapah
oleh keduanya, ia terlepas dan jatuh berguling-guling dari tangga karena kaki
Kinar tertusuk paku. Saat mereka menghampiri Ago yang jatuh, ia telah tewas
karena saat jatuh ia tertusuk batu yang tajam di bawah sana. Ejaan tersebut
sudah hampir sempurna, KITA MATI, dan sekarang Satyo dan Kinar sedang berusaha
untuk tidak terkena kematian.
Setelah kejadian itu dan teman-temanya banyak yang
mati akhirnya Satyor mengusulkan untunk menantang maut dengan pergi ke puncak
bersama dengan Ago,Kinar,Mei.Satyo mengusulkan itu karena diberitahu oleh Imas
seseorang yang pernah dekat dengan Satyo,Imas akan mematikan Satyo karena dia
telah menjauh dari hidup Imas,karena wajah Imas sudah rusak,dan dengan cara
mematikan satu persatu teman-teman Satyo Imas berharap pasti bisa mematikan
satyo juga.Di perjalanan menuju puncak Ago yang menyetir tetapi Ago malah
hilang kendalinya dan Ago pun melaju kearah yang salah dan Satyo langsung
merebut kemudinya.Akhirnya mobil itu pun ringsek dan mengeluarkan asap,mereka
tersesat dan tidak tahu mereka ada di mana,merea menemukan sebuah rumah tua di
seikitar pekebunan teh.Rumah itu kelihatan tidak berpenghuni disana,karena
mereka merasa tidak aman akhiranya mereka berpencar untuk mengetahui apakah
rumah tua itu ada penghuninya atau tidak,akhirnya mereka pun duduk dengan
membentuk lingkaran di ruang tamu,tapi tiba-tiba ada sebuah burung gagak yang
melintas berarti itu pertanda akan ada yang mati setelah ini.Kinar mengingatkan
kepada teman-temanya bahwaa mereka harus menjauhi benda yang berkrat,mereka
mendengar suara air di kamar mandi dan pintu yang membuka dan menutup.Akhirnya
mereka di bagi menjadi 2 kelompok untuk melihatnya Mey dengan ago untuk
mengecek suara air tadi,dan Satyo dengan Kinar melihat pintu yang
terbuaka.Tiba-tiba Mey malah menjerit Satyo dan kinar malah kaget,Mey langsung
lari mendekati Satyo dengan wajah yang ketakutan dia sendiri tanpa Ago.Satyo
pun bertanya dAgo dimana dan Mey pun langsung menunjukan bahwa Ago ada di kamar
mandi,Satyo dan Kinar pun langsung melihat Ago dengan berlumuran darah.Mey
mengatakan bahwa dia akan ngehancurin urutan kematian teteapi rencana itu mlah
gagal.Tiba-tiba Mey memukul Satyo hingga Satyo jatuh.Lalu kinar ditunjukan
tubuh Satyo yang tergeletak di lantai,lalu mereka pun menuju kekamar mandi
untuk melihat Ago,Mey menusukan potongan besi ketubuh Satyo dan ke
paha kinar.Pintu kamar mandi pun jatuh menimpa tubuh mei karena sudah tua
akhirnya mey pun mati.Akhirnya Kinar,Satyo dan Ago pergi dari rumah ituuntuk
menyelamatkan diri,tiba-tiba di jalan kinar tertusuk paku.kinar melihat
perempuan berwajah rusak di teras rumah tua itu,di teras itu terdapat pagar
runcing tiba-tiba Kinar mendorong bahu Ago hingga ago jatuh di depan pagar
runcing yang berkaratan itu,Satyo pun menolong Ago tetapi pegangan satyo lepas
dan akhirnya Ago pun mati.Kinar beranggapan bahwa satyolah yg telah membunuh
Ago.mereka berdua terus berjalan tetapi Kinar merasa cemas dia takut kalau
dirinya akan di bunuh seperti temannya Ago .
Satyo dan Kinar tiba di depan rumah
Kinar.bibik Kinar melihat penampilan mereka yang cukup aneh da berantakan Satyo
akhirnya pulang untuk mengobati lukanya di puskesmas.Kinar memanggil satyo
dengan tyo dan satyopun kaget karena tidak biasanya kinar memanggil dirinya
tyo.Satyopun teringat dengan imas dan akhirnya kinarpun bertanya kepada satyo
kenapa satyo harus malu punya pacar berwajah cacat.kinarpun mulai memikirkan
sesuatu yaitu urutan kematian,tidak beberapa lama kemudian bibik kinar membawa
dua gelas air putih yang berembun di bagian luar gelasnya dan diapun meminumnya
air tersebut terasa pahiot dab akhirnya gelasnyapun di lempar ke sembarang arah
oleh Kinar bibiknyapun merasa ketakutan kalau akan terjadi apa-apa terhadap
Kinar,mata kinar memerah dia seperti menahan rasa sakit.dia melihat di jendela
ada burung gagak dan mencoba mengusirnya bibik kinar menahan tubuh kinar
yang jatuh dan dia berusaha untuk
membangunkannya.Kinar belum ingin mati tetapi maut perlahan mengintai dirinya.
Satyo, yang saat akan pulang kerumahnya, ia naik angkot dan
minum air mineral. Dirumahnya, Kinar yang juga minum air mineral tersedak dan
didatangi oleh burung gagak penanda kematian. Setelah itu, Satyo dikabarkan
sudah meninggal, dan Kinar yang tidak tahu mengapa, mendapatkan jawaban
seutuhnya dari Imas yang juga mantan pacar Satyo namun ditinggalkannya karena
Imas buruk rupa. Karena akibat dari kecelakaan ,Imas mengaku bahwa ia membunuh
Satyo dengan mencampurkan obat tidur ke air mineral tersebut, dan membuat ia
tertidur dan kepalanya keluar dari jendela angkot dan sebuah mobil menggilas
kepalanya. Kinar yang tidak terima, membentak Imas namun keduanya berada dalam
pertarungan sengit, sampai akhirnya, Imas tewas karena tertusuk nisan orang
meninggal. Kinar berhasil lolos dari semuanya.
Setelah Satyo meninggal Kinar pun tak kuasa untuk menyimpan
kesedihannya itu,karena Satyo adalah orang yang sangat di cintai oleh
Kinar.Satyo diduga meninggal karena keracunan minuman lalu polisi melacak semua
pedangang asongan yang menjual minuman tersebut teteapi malah tidak ditemukanya
bukti sedikitpun,ketika hari sudah sore Kinar pergi ke pemakaman ,disana Kinar
sangat merindukan sosok Satyo”Maafkan aku Satyo aku tak bisa mencegah
kemaianmu”.Tiba-tiba ada gulingan Karton yang pernah ia lihat,bahwa gulungan
kertas itu adalah milik Satyo yang gambarnya adalah bis terbakar.Ada suara kaki
disekitar pemakaman itu yang mendekati Kinar .Dia adalah seseorang wanita yang
wajahnya terlindung oleh kerudung hitam ternyata dia adalah Imas.Imas pun
menceritakan masa lalunya bersama Satyo hingga dia ditinggal oleh Sstyo karena
wajahnya telah rusak akibat kecelakaan.Kinar merasa bahwa yang membuntuti ia
selama ini Imas,ternyata dugaanya benar.Imas pun menceritakaan semua yang telah
dia lakukan selama ini dia pernah mengirimkan gambar kepada Satyo tetapi malah
Satyo tidak memperdulikannya,dia menyuruh Satyo untuk maengacaukan urutan
kematiannya,dan Imas pun mengatakan kepada Satyo bahwa Satyo harus membunuh
salah satu dari temanya tetapi Imas menyarankan untuk membunuh Kinar.Imas pun
bercerita bahwa bayangan yang ada di punxcak adalah dirinya dan dialah yang
telah membunuh Mey dengan menjatuhkan pintu yang telah rapuh.Imas juga
menceritakan bahwa dialah yang telah mencampuri minuman yang akan iminum oleh
Satyo.Ketika Kinar memngatakan bahwa dia mencintai Satyo ,Imaspun semakin marah
hingga akhirnya tubuh kinar didorong olrh Imas ia juga menindih tubuh Kinar dan
mencekiknya.Kinar meraih batu yang ada disamping tubuhnya untuk memukul Imas
,Kinar mencoba melarikan diri tetapi malah Imas memegang kaki Kinar ,Imaspun
meremas tanah kuburan yang ada disekitar tubuh Imas lalu dia lemparkan kemata
Imas hingga matanya merasa perih ,Imaspun lalu mengambil linggis yang telah
digunakan untuk membuat kuburan tetapi ia tidak bisa mengambil linggis itu
.Tiba-tiba dia melihat Satyo yang berdiri diujung kuburan itu,ia pun mendengar
Satyo mengatakan sesuatu “Imas ....aku ngga akan biarinin kamu bunuh
Kinar,cinta itu realistis.dia pun kembali mencekik Kinar hingga dia tidak
berdaya tiba-tiba seperti ada kekuatan baru yang masuk dalam tubuh kinar
Darahnya mendidih ,kedua tanganya mencengkeram kedua tangaan Imas.Imaspun
sepertinya melihat Satyo datang kembali ,kinarpun langsung berdiri dari lubang
kuburan,Kinar mencari-cari Satyo .Jiwa kinar sangat Syok.Kinarpun menangis
tertunduk ditanah .Kjadian itu telah menyelamatkan dirinya dari kematian
,Tiba-tiba ada gagak di pohon kamboja.Dia mencoba mendekatinya tapi malah gagak
itu pergi jauh.
Kinar akhirnya
telah mengerti setelah kejadian itu ternyata diat tidak termasuk dalam urutan
kematian itu.Kinar mendapat kiriman sebuah amplop cokelat ukuran besar ,diapun
membuka bingkisan tersebut dan ternyata isinya adalah sebuah kertas yamg
bergambar BIS KECELAKAAN YANG TERBAKAR.Dia
mengira bahwa Imaslah yang meggambar lukisan itu di dalam lukisan itu terdapat
corat caret gamba ,Kinarpun memprhatikan gambar tersebut ternyata ada sosok
perempuan yaitu Imas.Kinar sekarang paham kalau ternyata huruf "I"
itu ternyata bukan dirinya melainkan Imas.Sekarang Kinar harus rela melepaskan
Satyo orang yang dicintainya.Dia berfikir kalau cinta sejatin tetapi tetap ada
walau terpisah oleh maut.
Langganan:
Postingan (Atom)

