Rabu, 09 Mei 2012

Sinopsis Miracle Menantang Maut



MIRACLE MENANTANG MAUT
Novel ini menceritakan tentang siswa-siswi kelas 3 suatu SMU akan melakukan berdarmawisata. Beberapa menit sebelum berangkat, Kinar ,siswi kelas 3 sosial 1 mendapat penglihatan kalau bus kelas mereka akan mengalami kecelakaan dan terbakar. Kinar memperingatkan teman-teman dan Guru tetapi tidak digubris.
“Ada yang telah mengintai di balik pintu menjadi rahasia besar  detak waktu mengendap merayap meenggut hidupku menyedot segala tak pernah ada yang tahu”
BIS yang meleleh ,orang-orang lumer seperti daging ,teriakan-teriakan dan jeritan tangis selalu mengintai Kinar dan teman-temanya.Maut akan mengintai mereka semua.
Kinar mempunyai  firasat bahwa semua guru dan temanya akan mati dalam bis yang akan membawa mereka ke puncak.Bis itu akan  meledak  dan  kinar akan tenggelam oleh lautan api
.”Tolooooong....! “Kinar berteriak ,Kinar berusaha untuk melepaskan diri dari kepungan api dan harus melewati tubuh-tubuh gosong yang mengepulkan asap kematian.
“Aaahhhhhh! Kinar histeris .Keringat kinar mengalir dan membanjiri baju tidurnya .Dia megap-megap . Dia melihat dirinya pucat pasi pada cermin kamarnya.

Gambar Bis Terbakar
Kisah asmara remaja berjuta bunga dalam mimpi mereka terbakar api cinta membara angkara murka melumat segalanya”
            Matahari telah naik di kota besar itu dan cahaya kemerahan bagi semburan iblis yang sedang keluar dari mulut iblis dia adalah sang maut yang sedang mencari korban.Terdengar suara-suara aneh di kota itu.
            Kota tersebut bagai selokan berwarna hitam,bau dan banyak sampah.Begitu pula ada sebuah mikrolet yang usang, asapnya membuat sesak para penumpangnya.Perempuan yang menjadi salah satu penumpang Bis itu yang rambutnya ibiarkan panjang namanya Kinar.Dia merasa mikrolet tersebut membuatnya tidak berkutik dengan jalanan yang macet dia memikirkan kapan cepat sampai ketempat tujuannya.Supirnya asik merokok dan wajahnya seperti mayat karena supir tersebut tidak pakai hati menyopir mikroletnya, Kinar dalam mikrolet itu dia tampak gelisah dalam bis itu.Ketika kinar turun dari mikrolet itu tiba-tiba ada sepeda motor yang menyeruduknya.
            BUK!
            Untung saja si tukang ojeg itu berhasil mengerem motornya .Kinar juga melihat penumpang dari tukang ojek itu karena angin telah berhembus dari arah samping.Dia ingin sekali berteriak  karena wajah penumpang itu penuh dengan luka parut.”Takut”,kata perempuan berwajah parut tersebut.Lalu kinarpun akhirnya pergi dan membayar ongkos untuk naik mikrolet kepada kondekturnya. Akhirnya perempuan yang berwajah parut tadi untuk meminta tukang ojegnya supaya jalan.
Lalu kinar pun pergi dan mempercepat langkahnya dari tempat tadi untuk mencari ojeg, ia akan menuju sekolahnya yaitu “Pelita Bangsa”.Dalam hatinya masih memikirkan perempuan yang berwajah parut tadi.ia meminta kepada tukang ojegnya untuk turun diujung sekolah.
Mata kinar langsung tertuju pada ojeg yang melintas didepanya karena ia menduga bahwa tukang ojeg itu yang tadi yang membawa perempuan yang berwajah parut itu.ia berfikir kenapa perempuan yang berwajah parut tersebut kesekolahnya ada urusan apa.
Dia pun melihat  sudah banyak bis yang ada pada halaman sekolahnya.Dan banyak siswa yang ada di halaman sekolah dan ada juga yang masih keluar masuk dalam ruangan,
“Aku harus  menghentikanya” kata kinar dalam hati,tiba-tiba ada yang muncul dihadapanya ada sebuah lorong yang putih yang meghilang seketika,dan tiba-tiba juga ada subuah kertas yang menempel di kaki kinar,ia berusaha membuang kertas itu etapi malah sia-sia usahanya.Kertas itu tetap juga menempel pada wajah Kinar.Kinar melihat tulisan yang ada di kertas itu dan tulisanya adalah KITA MATI.Kinar pun membuang dan  meremas kertas yang tadi di temuinya.
            Ketika dia lewat pintu belakang disana tidak ada apa-apa,siswa kelas X dan XI sudah masuk kelas semua.Tiba-tiba ada bayangan yang melintas ke arah toilet,kinarpun melanjutkan perjalanannya .Ada beberapa siswa yang bertemu Kinar dan mereka pun menatap kinar karena mungkin karena penampilan kinar yang terlihat aneh dengan rambut panjangnya.Tiba-tiba ada yang mengageti Kinar dan mengatainya CUPU.Diapun meneruskan jalanya.
Ketika di belakang koridor kinar nyaris bertabrakan dengan Satyo ,dan gulungan kertas yang di bawa Satyo pun jatuh ,Satyo tidak hanya sendirian tapi Satyo bersama Kaka.Dia membuka karton yang terbuka dan ingin melihat gambar yang ada didalamnya,tetapi malah di ambil oleh Satyo.Akhirnya kinar disuruh untuk langsung kebis karena semua teman-temanya sudah ada disana semua,diring lapangan sekolah tiba-tiba Kinar melihat ada sebuah titik hitam dan burung gagak.Di dalam bis Kinar mencari tempat duduk tetapi malah Kinar selalu disingkirkan oleh temannya, Kinar pun akhirnya duduk dikursi paling belakang.Dia duduk dengan hati yang gelisah ia masih berfikir tentang tuliasan kita mati,perempuan berwajah rusak,dan burung gagak.Sebenarnya apa yang akan terjadi.Di dalam bis itu semua anak memaki Kinar karena penampilan Kinar yang aneh,Kinar melihat awan hitam yang menyelimuti gedung sekolahnya itu.Ketika Kinar melihat dari jendela bis itu seolah halamannya menjadi warna merah penuh darah.Ketika semua siswa sudah ada didalam Bis tersebut Satyo mengabsen satu persatu teman-temanya.Ketika Kinar dipanggil untuk diabsen dia tidak mendengarnya sampai Satyo mengulangnya dua kali.Dia pun mengacungkan tangannya dengan muka merah.           
            Ketika Bis akan keluar dari pintu gerbang tapi Kinar masih dibayangi oleh bayang-bayang ketakutan kalau dia dan teman-temannya akan mati .Tetapi teman-temanya bernyanyi sambil bertepuk tangan.Kinar pun pucat dan meraba-raba dadanya ,Kinar melihat perempuan yang berwajah cacat diluar bis.Kinarpun mengatakan “stop.....stop,bis ini ngga boleh berangkat”.Semua orang pun melihat Kinar termasuk supir bis itu dan mengatakan bahwa Kinar itu sinting,dia mencoba meyakinkan satyo bahwa bis yang ditumpanginya akan terbakar, Kinar malah berteriak-teriak.Satyopun menenangkan Kinar ,Tetapi malah Kinar menangis dan dia mencoba untuk meyakinkan kepada Pak Irawan kalau Bisnya akan kecelakaan. Pak irawan pun bingung dengan keadaan Kinar karena Kinar seperti orang yang kesurupan.Tanapa sadar sopir bis itu mendadak mengerem,semua yang ada didalam bis tersebut bertubrukan .Semua yang ada disana mereka semua kesal kepada Kinar .Kinar malah diseret turun oleh ketua angkatan, Satyo dan wali kelas Pak Irawan .Kinarpun masih meronta-ronta kalau semuanya harus turun.Tetapi mereka malah meremehkan omongan Kinar.
Kaka, sahabat Satyo ikut turun, tetapi dia melarang Elisa  pacarnya karena suatu alasan.Meraka yang ada didal bis itu meminta untuk cepat berangkat.Tania meminta kepada Ago untuk menemaninya turun dan untuk melihat keadaan Kinar.Mey dan Aldipun juga ikut turun karena Mey ingin sekali minum ,mereka pergi kekantin sekolah. Elisa melihat gelisah kearah gedung sekolah.Bis kelas itu berangkat duluan, sedangkan mereka yang turun, rencananya dinaikkan ke bus untuk guru.

Kinarpun dibawa keruang guru untuk ditenangkan dahulu ,dia meronta-ronta dan menjerit-jerit dia meminta untuk bis itu tidak jalan,Kinar didudukan dikursi .iapun diberi minum oleh Satyo dan semakin meyakinkan kepada Satyo bahwa bus akan kecelakaan.Kinarpun masih meyakinkan Pak irawan bahwa bis itu akan kecelakaan ,semua shock menatap Kinar.Teman-temanya menganggap semua yang dibicarakan Kinar adalah Tahayul malah temanya ada yang mengatainya bahwa dia cewe freak.Kinarpun tidak mau naik kedalam bis itu,dia tidak mau mati dan dia juga menyuruh Satyo supaya tidak ikut naik juga kke bis itu.Pak irawan menanyakan apakah bis kelas 3 sosial satu sudah berangkat duluan atau belum ternyata bis itu telah berangkat.Kinar mendengar percakapan Pak Irawan dan pak Dedi tadi,ia pun bertanya bis yang mana yang telah jalan,Pak irawan sedikit marah kepada Kinar dia meminta Kinar untuk menjaga sikapnya,ketika Kinar tahu bahwa bis itu telah jalan dia pegi dan pergi melihat bis itu apakah benar sudah berjalan atau belum.Ketika dia di lapangan ternyata bisnya telan berangkat tubuh Kinar terasa lemas.Kinarpun kembali di dudukan kesofa Satyo mencari p3k untuk mengobati Kinar.Kaka,Ago dan Tania tidak tahu kalu bisnya sudah berangkat,mereka bertiga menyalahkan Kinar karena semua tingkahnya malah mereka bertiga ketinggalan bis.Dia melihat jendela dan dia juga melihat gagak,dia berteriak-teriak tetapi yang lain tidak melihat burung gagak itu.Tiba-tiba ada yang ribut-ribut dikoridor sekolah,mereka semua melihat ke pintu .Tiba-tiba ada guru perempuan yang masuk dengan wajah pucat dan mengatakan bahwa Bus kelas 3 Sosial 1 itu ternyata mengalami kecelakaan seperti penglihatan Kinar.Bgis itu ditabrak oleh mobil tangki semua orang merasa lemas dan tidak percaya.Semuanya tewas. Delapan orang yang turun semua selamat, yaitu Satyo, Pak Irawan, Kaka, Ago, Tania, Mey, Aldi, dan Kinar sendiri. Semua orang pun memandang Kinar karena kejadian tersebut seperti sudah direncanakaannya.
 SEGALA YANG ADA JADI TIADA
Dari api menjadi abu .Sesal kemudian tiada guna .Begitulah perputaran dunia Dari tak ada menjadi ada Kemudian, ada kembali ke tak ada”
Semua perawat sibuk berlari-lari di koridor instalasi gawat darurat.Disana dipenuhi dengan bau gosong yang menyengat hidung.wajah mereka dipenuhi duka karena orang-orang yang disayangi telah pergi untuk selama-lamanya.Kinarpun terdiam memikirkan kejadian itu,sepertinya itu mustahil tetapi itu semua telah terjadi.Dia dikatai tukang ramal oleh teman-temannya.Mereka semua saling peluk ,dan mereka menangis .Kaka masih mencari-cari jenazah Eliza.Dia menangis yang ada hanya kemarahan dalam hati Kaka.Satyo mencoba untuk menenangkan Kaka supaya dia bisa merelakan Elisa pergi.Tiba-tiba Kinar datang ,Kaka menyalahkan Kinar bahwa semua ini gara-garanya.Kinar berfikir apa benar ini semua gara-gara aku .Semua orang menatap mereka dengan ekspresi aneh.
Kinar menangis didalam kamarnya ,dia mendengarkan berita di TV kalu bis yang berisi murid-murid kelas 3 SMU Pelita Bangsa mengalami kecelakaan.Kejadian tersebuk disebabkan karena ada mobil tangki berisi bensin yang kehilangan kendali sampai menabrak bis y6ang membawa murid-murid SMU pelita bangsa.Dia melihat bayangan perempuan dijendeala kamarnya ,tetapi mungkin itu hanya imajinasi Kinar saja .Tiba-tiba dari arah luar ada anak tetangganya yang sedang mengerjainya .dia mengambil majalah dan kipas angin karena dia merasa gerah, ada bagian majalah yang masuk kedalm kipas angin itu .Kinarpun mengambilnya lalu ada tulisan MATI.Dia merasakan maut sedang mengintainya.Dengan kesal Kinar meremas sobekan kertas itu dan membuangnya ketempat sampah di dekat pintu kamarnya.
Kinar berjalan disekolahnya tetapi semua orang menatapnya,cemoohan-cemoohan banyak keluar dari mulut mereka.Dia menguatkan hatinya .Dia berjalan lagi di koridor sekolah.Tetapi disana ada yang menghadangnya.Ternyata itu Satyo,dia mengatakan bahwa satyo dan teman-temanya kini  harus bergabung dengan anak-anak Kelas 3 sosial 2.Mereka menyuruh Kinar untuk masuk kekelas dengan cepat.Kaka, Tania,Aldi ,Mey sudah bersamadengan pak Irawan sekarang.Mereka semua tidak menginginkan Kinar masuk kedalam kelas ini karena mereka takut kalau nasibnya akan sial seperti anak SOS 1.Tetapi anak –anak sosial 2 harus tetap menerima Kinar dalm kelas ini kerena itu merupakan keputusan sekolah.Satyo,Ago,Tania,Kaka,Aldi,Mey dan Kinar menuju tempat duduk yang masih kosong.
Sekarang  pelajaran olahraga.kecuali Kaka ,Aldi,Ago  dan Satyo ikut bermain voli.Ketika kaka yang akan men-smash bola voli itu tetapi meleset ,tubuhnya jatuh menimpa jaring,lehernya terlilit jaring.Mata kaka melotot dan berusaha melepaskan diri.Kinarpun menolong Kaka,tetapi semua anak malah menatap Kinar .Kinar mencari-cari Kaka tetapi malah tidak ada,Kaka pun memanggil Kinar kenapa dia mencarinya.Tetapi malah Kinar dituduh oleh Kaka.Tetapi Kinar tidak takut karena dia tidak ingin teman-temanya mati sia-sia.Satyopun membela Kinar karena Kinar telah dituduh yang tida-tidak oleh kaka.Satyo tiba-tiba saja memukul rahang kaka.Satyopun meminta maaf kepada kaka karena dia telah kehilangan kendali.Kinar semakin meyakinkan bahwa Kakalah yang akan mati selanjutnya,tetapi malah Kaka meremehkan omongan Kinar dan malah mengatai Kinar sebagaib tukang sihir.Kinar akhirnya pergi karena kehadirannya hanya sebagai duri yang dekat dengannya pasti akan terkena masalah.
Satyo bingung dia harus berpihak kepada siapa,Meypun mendekati Satyo dan mengatakan bahwa Satyo telah mencampakan Imas seseorang yang pernah dekat dengannya dia juga menanyakan kenapa dia tidak membalas cinta Mey,malah lebih memilih Kinar.
Kaka menggendong tasnya menyusuri Koridor disekolahnya,dia merasa sepi karena biasanya ada Elisa menemaninya tetapi sekarang dia sendirian.Dan dia berfikir bahwa semua kejadian itu karena Kinar .Satyo memanggilnya dan meminta maaf kepada Kaka kejadian yang tadi,dan dia menanyakan Kaka akan kemana.Kakapun menjawabnya kalau dia akan kekuburan Elisa .
Kaka kecewa kepada Satyo karena dia telah membuat dia sakit hati,dia benar-benar telah kehilangan sahabatnya ,kaka melihat kinar yang berjalan sendirian iapun menemuinya dengan perasaan amarah.Kaka akan membuat perhitungan kepada Kinar tetapi Kinar semakin meyakinkan kalau Satyo tida akan hidup lama lagi. Hati Satyo bercampur aduk ada perasaan takut,marah .Kinar melihat Kaka ketakutan sebenarnya ,Kaka gemetar  dan bulunya merinding. Akhirnya iapun pergi.Tanpa mereka berdua ketahui Tania ada dibalik pintu mengetahui percakapannya diapun merasa ketakutan.
Kaka kepemakaman umum untuk berziarah ,dia menyebar bunga dikuburan Elisa .Dia ingin seperti dahulu lagi dia ingin sekali memeluk Elisa tetapi tanah yang memisahkan mereka, Kaka tidak percaya kalau Elisa sudah tidak ada. Ketika tangan Kaka memegang rumput tiba-tiba ada sepasang tangan yang keluar dari dalam tanah dan menarik tangan Kaka. Kakan pucat dia berteriak tetapi, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Ternyata itu hanya halus sinasinya, dia pergi meninggalkan kuburan Elisa. Dia melihat bayangan perempuan seperti Elisa,  terdengar suara burung gagak dia mengira maut sudah mengincarnya. Dia tidak tahu arah pintu gerbang dari kuburan itu, dia berlari-lari untuk mencari jalan keluar tetapi hanya sia-sia. Dari balik rerimbunan dia melihat bayangan, ia pun lari dan terjatuh di sebuah kuburan yang nisannya tertulis Kaka Nugroho dan nama itu adalah namanya.
Kaka terperosok ke dataran yang curam tubuhnya membentur batang-batang pohon, ia terus berlari hingga ia terpeleset dan membentur sebuah pohon. Dia terjerat syal di kakinya dan dia mencoba melepasnya namun kakinya menjuntai di udara, dia tercekik dia berusaha untuk membebaskan diri tetapi sia-sia, lidahnya terjulur dan Kakapun melotot. Akhirnya burung gagak itu pergi meninggalkan dahan pohon.
Kinar turun dari mikrolet, dia masih memikirkam Kaka. Apakah ramalan Kinar benar atau tidak, dia masih merasa tertekan dengan peristiwa di sekolahnya. Dia melihat orang yang mengangkut lemari dari pick up dia tidak menyadari bahwa dirinya terlalu dekat dengan lemari itu, dia melihat bayangan perempuan dengan wajah cacat melintas, dan ia melihat burung gagak. Tiba-tiba lemari itu jatuh dan Kinar ada di dekatnya, dia tidak bergerak dan diam. Ternyata maut sedang mengikutinya. Dia berlari menuju rumahnya, dia merasa di kejar-kejar wajah perempuan cacat berparut dengan burung gagak. Kinar tidak mau mati.
Murid-murid berkumpul di depan papan pengumuman, mereka melihat sesuatu di papan pengumuman. Ketika Kinar berjalan di koridor orang-orang memandanginya dengan wajah tidak suka, dia melihat Satyo di ujung papan pengumuman dengan wajah terpukul. Kinar bertanya sebenarnya apa yang terjadi dengan Satyo ternyata penglihatan Kinar benar bahwa Kaka meninggal. Tania menceritakan kepada Ago bahwa Kinar telah nyumpahin Kaka kalau umurnya ngga akan lama lagi, Tetapi Ago tidak percaya dengan hal-hal yang seperti itu. Dia rencananya akan mengerjai Kinar dengan Tania.
Kinar dan Satyo jalan berdampingan, banyak suara-suara yang menghina Kinar. Satyo mencoba untuk menenangkan Kinar , Satyopun berpikir apakan dia mampu melewati semua permasalahan ini. Kinar dan Satyo tidak percaya kalau Kaka mati bunuh diri.Tetapi Kinar merasa kalau Kaka meninggal karena dikejar sang maut.Satyo gelisah dia memikirkan gambar yang telah diberikan oleh Imas , Dia mengira kalau seharusnya yang tidak naik Bis itu mati .Sekarang kematian sedang mengintai dirinya.Kinar merasa kalu mereka mungkin BELUM saatnya untuk mati,mereka merasa kematian Kaka tidak wajar .Sebenarnya ada yang disembunyikan dari Satyo tetapi dia terus menghilangkan kecurigaan Kinar kepadannya.Tetapi Kinar tahu apa ynag sebenarnya ada dipikiran Satyo ,mereka berduapun pergi keperpustakaan untuk browsing di internet mungkin ada yang bisa didapat,  Satyo masih saja ingin menutupi masa lalunya.
Ketika dipintu perpustakaan Kinar enggan masuk ,dia merasa takut dengan berhati-hati mereka berjalan di antara rak-rak buku yang sudah reyot karena dimakan usia .Mereka langsung menuju kemeja komputer untuk browsing.Perpustakaan itu sekarang benar-benar sepi ,Kinar tiba-tiba membaca  kalimat ..
“Nggak ada yang bisa menghindar dari kematian.Karena kematian itu akan mengejar ke mana pun.”
Tiba-tiba di arah belakang ada yang berjalan lalu mendekat dan meletakan tangan keaarah pundak Satyo dan Kinar ,mereka menoleh ternyata itu Pak Irawan.Pak irawan mengingatkan kepada Kinar dan Satyo kalau hari sudah sore, pak irawan melihat ke layar komputer dan melihat apa yang sedang dibrowsing kinar dan Satyo ternyata mereka membrowsing tentang klenik.
Mereka berdua tersenyum,dan mereka juga pamit ingin pulang.Pak irawan didalam perpustakaan sendirian,ia mematikan komputer-komputer yang masih menyala,ada komputer yang sudah dimatikan tetapi masih saja menyala.Dipun mematikan stopkontaknya, suasana perpustakaan terasa hening .Tiba-tiba ada suara seperti kursi yng ditarik,dia melihat bayangan hitam yang sedang duduk di kursi itu.Dia melihat bayangan hitam itu pergi untuk menuju kearahnya, ia mempercepat langkahnya dan berlari menujub pintui keluar.
Pak irawan berlari kearah pintu lain,iapun harus melewati rak-rak buku.
GDUBRAAAAKKKK……
Rak buku itupun menimpa tubuhnya, darahnya mengucur dari tubuhnya. Dia mencoba untuk menyelamatkan diri ,tetapi malah rak buku itu menyenggol lemari kaca yang berisi piala-piala.Lemari itupun jatuh dan menimpa kepala pak Irawan.
Pak Irawan tewas,tidak ada yang tahu dia tewas karena semuaa pintu dan jendela perpustakaan tertutup sendiri. Dan lampu perpustakaanpun padam seketika….
Kinar menghela nafas dan membuka lemari es untuk mengambil minum, dia melihat hiasan dari magnet dan melihat hurufnya. Dia merasa tadi tulisanya happy tetapi sekarang malah KI. Dia masuk kekamar untuk bercermin dan menyisiri rambutnya. Dia melihat sobekan kertas yang bertuliskan MATI.Kinarpun membakar kertas itu dan membuangnya ketempat sampah.,kertas itu terjatuh kelantai dan membakar korden.Dia tidak sadar dan langsung mengambil selimut untuk mematikan apinya.Dia tidak sengaja menyentuh meja dan boneka porselin itu jatuh.
Ago dan Tania berjalan beriringan, diperpustakaan murid-murid berkerumunan Ago dan Aldypun kesana.Mereka menerhatikan rak lemari yang menimpa Pak Irawan ,dia melihat Pak Irawan dengan shock.Kinar mengira itu semua adalah salahnya tetapi Satyo meyakinkan bahwa dia adalah bukan salahnya,Ago mengira semua itu adalah salah Kinar dia tidak akan pernah suka dengan Kinar.Tiba-tiba ada suara jeritan dari dalam ruang perpustakaan ternyata itu adalah jeritan Tania ,Agopun langsung menemui Tania dengan rasa panik.
Ago sangat takut ada sesuatu yang akan hal buruk yang menimpa Tania, dia melihat tania berdiri terpaku.Tania tubuhnya gemetar dan ia juga menangis,dia menunjukan apa yang ada di atas mejanya ternyata ada sebuah kotak yang isinya adalah tikus mati.Dia mengira kotak itu untuk Kinar kenapa pindah kemeja Tania. Tania mengira bahwa Kinar yang telah memindahkan kotak tersebut kedalam rak meja Tania.Agopun mengajaknya untuk keluar dari kelas ,murid-murid banyak yang melontarkan beragam pertanyaan,kemarahan,dan kejengkelan.Hari itu disekolah Pelita Bangsa seperti ada gempa bumi , banyak orang yang diperiksa polisi sampai larut malam,Kinar dan Satyo juga diperiksa polisi karena merakalah yang terkhir kali meliat pak Irawan di perpustakaan.
Tania tidak merasa nyaman lagi bersekolah di Pelita Bangsa karena dia mengira kalau maut sedang mengintainya.Saat di WC Tania melihat kecermin tiba-tiba ada sebuah bayangan ,diapun ketakutan tetapi dia malah melihata Kinar ada dibelakangnya .Kinar melihat Tania dengan wajah aneh, Semua yang ada didalam Wc takut dengan Kinar akhirnya mereka memilih unutuk keluar.Tania menampar Kinar karena sudah dibuat marah karenanya pipi Kinar panas karena tamparan dari Tania tadi .Tiba-tiba ada Mey muncul disamping mereka . Tania menatap Mey dan  Mey menarik tangan Kinar  lalu menyeret  dan menyorong kepala Kinar kewastafel sambil mengucurkan air kran.Mey mengancam Kinar kalau dia akan mati , Kinarpun megap-megap dan teman-teman yang lain ketakutan menyaksikan Mey menyiksa Kinar. Tetapi malah Tania menghalangi niat Mey untuk membunuh Kinar karena dia takut kalau urusanya dengan polisi , akhirnya Mey melepaskan Kinar tubuh Kinar membentur dinding.Mereka semuapun pergi dari WC itu hanya ada Kinar dia menahan air matanya .
Tania melihat didalam meja makan ada sepiring buah-buahan segar  iapun segera mengambilnya , ketika dia menggigit apel itu ada ulatnya.Tania membuang apel itu ketempat sampah , ketika dia sedang minum dia merasa ada yang aneh dengan mulutnya ternyata dalam gelas itu ada kecoanya. Tania bingung dengan kejadia tadi iapun berlari dan mencari-cari sapu untuk membersihkannya, Tania tanpa sengaja ketika sedang membersihkan pecahan-pecahan gelas tadi tanganya terkena pecahan gelas dan tanganya berdarah. Dia melihat digenangan darah itu seperti ada bayangan tetapi tidak ada wujudnya . Dia langsung lari karena ia pikir bayangan tadi adalah mama dan papanya , tubuhnya membentur sesuata dia membalikan badan disana ada kinar dia menyodorkan tikus mati kepada Tania, Tania semaking ketakutan.Tania merasa  sendirian dikamarnya dia melihat disekelilingnya ternyata tidak ada siapa-siapa.Dia mengelap keringatnya  dia meraba-raba kasur yang empuk .Ternyata itu hanya mimpi dan halusinasi Tania saja.
Tania merasa ketakutan karena ia mendengar suara-suara iapun membuka pintu kamarnya . Suara itu semakin jelas terdengar  suara tersebut seperti suara pak Irawan dia mencubit pipinya karena dia piukir dia bermimpi tetapi itu nyata.Ketakutan terus menghantuinya dia tidak percaya bahwa orang yang mati akan jadi hantu. Dia pikir kedua orang tuanya sudah pulang tetapi tidak mungkin secepat itu . Dia pun semakin takut dan ia masuk kekamar , tubuh Tania jatuh ke anak tangga terbawah .
Suasan kelas hening  semua murid saling pandang. Pak dedi berdiri didepan kelas dengan mengumumkan berita berduka cita karena telah kehilangan Tania Renata, Ago ngga nyangka kalu Tania sudah tidak ada karena kemaren malam sebelum Tania neningga Ago sudah menelpon Tania . Semua menuduh Kinarlah yang telah membunuh Tania , Pak Dedi menyuruh semua muridnya untuk diam karena itu bukan salah Kinar karena polisi menduga kalau Tania meninggal kareba ngelindur . Wajah Kinar berubah marah, sedih, putus asa, dan tercampakan.Dia pun berlari keluar ruangan tetapi Satyo langsung mengejarnya .
Pak Dedi mengangguk dengan ekspresi bingung atas peristiwa yang menimpa murid-muridnya selama dia mengajar di SMA Pelita Bangsa baru kali dia mengalami sesuatu yang aneh.Pak polisi kini telah menemuka bukti kalau Tania meninggal karena jatuh dari tangga, tapi Ago tetap mengira kalau penyebab pembunuhnya adalah Kinar. Ago juga mengira bahwa Kinar juga menyantet teman-temannya, Semua yang ada diruang kelas terdiam sedangkan diluar kelas Satyo berusaha mengejar Kinar  dan berhasil memeggang  tangan Kinar . Kinar takut kalau Satyo akan mati karena semua orang yang dekat dengan Kinar pasti akan mati. Satyo masih menyembunyikan seuatu dari Kinar tetapi belum saatnya Satyo mengatakan kepada Kinar . Mereka berdua pergi ke cafĂ© di ujung jalan disana mereka berdua dudu berdampingan dan menikmati makanan yang telah dipesannya. Kinar ingin sekali dengar cerita tentang Imas dari Satyo tetapi malah Satyo mengalihkan pembicaraan. Hari ini Tania dimakamkan Satyo ingin mengajak Kinar kesana tetapi jika Kinar kesana hanya akan cari masalah , ketika dia sedang mencoret-coret dia menulis kata KITA MATI semua yang lolos dari bi situ akan mati . Dia mengira tulisan KITA MATI dimulai dari Kaka, Pak Irawan, dan Tania dia menulis tuisan KIT..
Berikutnya adalah A.. dia mengira temannya yang lolos dari kecelakaan tersebut adalan Ago atau Aldi  dan itu membetuk tulisan KITA sedangkan M nya adalah Mey, A adalah Aldi, sedangkan T dn I nya Inar dan Tyo karena biasanya Kinar dan Satyo biasanya ipanggil dengan nama itu. Satyo menggelengan kepalanya karena tidak setuju dengan ucapan Kinar kinar menulis lagi KITA MATI yaitu singkatan dari Kaka,Irawan,Tania,Ago,Mey,Aldi,Tyo dan Ina. Kinar dan Satyo cepat-cepat memberitahukan kepada mereka semua, mereka  memikirkan apa yang bisa menggagalkan kematian tetapi Kinar dan Satyo harus berusaha sekuat tenaga mereka meskipun itu tidak berhasil .  Satyo akan membertahukan hal ini kepada Ago sedangkan Kinar keAldi semoga saja mereka berdua dapat percaya tentang hal ini dalam hati Kinar berbisik dia akan tanya kepada Satyo lain kali saja.
Kinar ceingukan di Studio music , disana dia bertemu dengan dua cowok dia langsung menanyakan apakah mereka berdua kenal Aldy atau tidak . Kinar menunggu Aldy diruang tunggu  disana banyak anak-anak band  wajh Kinar berbinar ketika dia melihat Aldy sedang duduk dengan Mey, Kinar langsung mendekati Aldy tetapi malah Mey menghadang Aldy dan Mey sangat kaget dengan Kinar karena tidak biasanya Kinar berani membalas ucapan Mey . Aldy dan Kinar akan membicarakan hal tersebut dalam kantin tetapi malah Aldy cuek-cuek   akhirnya dia berani bicara bahwa dialah yang akan mati selanjutnya tetapi Aldy tetap saja tidak percaya kepada Kinar ,Kinar meyakinkan Aldy kalau dia harus mendengar ucapa Kinar . Tetapi dia tidak mendengarkan ucapan Kinar  dia langsung pergi untuk latihan . Aldy pergi kearah Mey dan Aldy pn mengejek Kinar didepan teman-temanya d studio itu tidak terkecuali Mey juga mengejek Kinar diruang tunggu . Semua yang ada disana tertawa ia langsung lari meninggalkan ruangan itu ketika dipintu keluar Kinar menoleh dan melihat Aldy dengan tatapan aneh.
Ago masih berenang ketika dia memegang pinggiran kolam tiba-tiba pemb  antunya muncul , teryata ada tamu yang mencari Ago ternyata  yang kesana adalah satyo. Langsung Agopun langsung menyelesaikan renangnya dan sambil menunggu Satyo dengan meminum es jus dan sambil mengeringkan tugbuhnya yang masih kering. Ago mengira bahwa Satyo datang kerumah Ago disuruh oleh Kinar untuk memberitahu Agolah yang akan mati selanjutnya. Satyo masih berusaha untuk membuat Ago percaya  kalau omongannya harus dipercaya karena yang akan mati adalah antara Ago dan Aldy tetapi malah Ago tertawa karena masih belum jelas yang akan mati duluan siapa. Tiba-tiba HPnya Satyo berdering ternyata   menelponnya adalah Kinar mereka berdua masih merasa takut dengan mereka berdua. Kinar masih memerhatikan yang ada didalam studio dia melihat ada teman Aldy yang membawa akuarium bulat dan ternyata teman Aldy terpeleset ikan yang ada didalam akuarium itu  menggelepar-gelepar.Kinar merasa semakin ketakutan perasaannya mengatakan ada bahaya dengan Aldy.
Satyo menyuruh Ago untuk cepat naik dari kolom renang karena dia takut akan terjadi apa-apa dengan Ago tetapi Ago tidak percaya , dia masih mengejek Satyo. Hp Satyo bordering lagi Kinar ingin memastikan kalau Ago sudah naik dari kolam renang atau belum .Kinar masih berdiri diteras studio dengan memerhatikan Aldy didalam studio itu. Dia pergi dari studio itu untuk pergi kerumah Ago , ternyata sopir itu mengatakan kalau sudah mati pasti akan mati wajah supir itu dingin. Di studio itu  Aldy membawa ia  nyaris terpeleset karena menginjak genangan air . Aldi menyalahkan temannya tetapi temannya terlihat cuek . Kinar berhenti disebuah rumah yang besar dan mewah, Ago masih berenang ketika Kinar datang dan langsung mendekati Satyo. “Ago naik Go.!!’
“Ngapain lo kesini? Ago tidak suka.
“cepetan naik, Go!” kinar mengulangi.
Satyo medekati bibir kolam, dia berusaha menarik lengan Ago. ‘’Ayo go! Naik, Go!’’
Namun, Ago malah sengaja meluncur ke tengah kolam renang dengan wajah menantang. Tiba-tiba, Ago terdiam sejenak. Lalu tiba-tiba kakinya menghentak-hentak seakan ada yang .menariknya dari bawah. Ago tertarik ke bawah, tangannya menggampai-gapai. Mulutnya erbuka tapi tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Ago tenggelam…satyo langsung menceburkan diri ke kolam untuk menyelamatkan Ago , Kinar cemas ia berjalan mondar-mandir di pinggiran kolam . Satyo di dalam kolam msih mencari-cari Ago tetapi Satyo tidak menemukan Ago, Satyo kembali menyelam dia merasa ada yang menekan kepalanya ke bawah ternyata Ago sedang mengerjainya. Ago tertawa ngakak dia naik ke permukaan dan mengambil baju handuknya. Satyo berbaring dipinggiran kolam pakaiannya basah dia juga tampak marah tetapi Ago malah tertawa.
       Kinar menatap Ago dengan tatapan asing dia melemparkan padangannya ke langit, tba-tiba hp ago berbunyi ketika Ago mengambilnya dilayar HPnya terlihat nama Aldi , Satyo pun bangkit dari duduknya dan membuka kaos yang basah tadi. Kinar dan Satyo menatap Ago penasaran.
       Aldi menutup pembicaraan di telepon, Aldi akan memasang kabel ke stopkontak, tetapi tangannya tidak dapat mencapai stopkontak itu. Aldi terpaksa berlutut dan nungging dia menjulurkan tangannya untuk memasang kabel, kaki Aldi hamper menyentuh genangan air saat  kabel berhasil terpasang Aldi tampak puas dia tiba-tiba menyentak dengan tiba-tiba hingga menyentuh genangan air yang ada di dekatnya. Kilatan putih berisi aliran listrik muncul berulang-ulang suaranya memenuhi studio , tubuhnya kejang-kejang seperti ikan mas koki yang terkapar. Teman-temannya menjerit Mey langsung menghubungi Ago, Ago merasa heran karna tiba-tiba saja menelponnya, wajah Ago pucat. Dia melihat ke Kinar dan Satyo dengan perasaan campur baur, aneh, takut, asing, cemas, marah dan bingung .
       Kinar dan Satyo tampak shock mereka sebenarya lebih suka Ago selamat dari pada Aldy. Kinar, Satyo, Ago dan Mey berdiri memisahkan diri , ibunya Aldy menangis histeris perempuan malang itu memukul mukul dada suaminya. Kata polisi kejadian ini karna keteledoran Aldi. Pihak studio sekarang masih diperiksa oleh polisi untuk dijadikan saksi. Jika pihak studio lalai dengan masalah keamanan mereka akan dijadikan tersangka. Aldi, Kinar, Ago, dan Mey belum pulang di pemakaman mereka berteduh di bawah pohon. Kinar bicara kalau mereka semua akan mati, dalam waktu tidak sampai seminggu sudah empat orang yang meninggal. Suara mey meninggi dan putus asa, dia akan melakukan apa saja supaya dia selamat. Ago merasa aneh karena tidak biasanya dia seperti itu , seharusnya mereka mati ketika kepuncak Satyo menyuruh untuk menentang kematian dan pergi kepuncak.Merekapun saling pandang mereka disana tidak akan pisah-pisah.Mey setuju dengan pendapat Satyo dan ahkirnya mereka semuapun pergi kepuncak , Mereka juga saling saling pandang seolah permusuhan selama ini menjadi sirna.
                                                                                                                                                                                                                         Akan tetapi ternyata kematian tidak berhenti begitu saja. Satu persatu mereka mati, diawali oleh Kaka, Pak Irawan dan Tania.Semua dimulai dari Kaka, yang tewas secara aneh saat mengunjungi makam pacarnya, Elisa dan ia meninggal saat melompat menghindari bebatuan dan tergantung karena dahan-dahan di pohon. Lalu Pak Irawan, yang tewas karena tertimpa lemari di kantor guru, namun sebelumnya ia masih hidup, sebelum ada sebuah piala lancip yang menancap di dadanya. Tania adalah yang tewas berikutnya. Ia tewas setelah terjatuh dari tangga di rumahnya dan lehernya patah, setelah terpeleset oleh percikan darah dari tangannya yang memegang pecahan gelas. Aldi adalah yang tewas berikutnya, pada saat ia dan teman-teman band nya sedang latihan, ia kesetrum kabel-kabel untuk menyambungkan gitar listrik. Sekarang ejaannya sudah menjadi KITA. Kinar juga sempat menyadarinya saat melihat mainan magnet di kulkasnya berubah menjadi KI (K untuk Kaka dan I untuk Irawan, sesaat setelah Pak Irawan tewas).
            Mereka semua berniat menantang maut, dan datang ke Puncak. Setelah terjadi keributan di sana, Mey menjadi korban berikutnya yang tewas, setelah tertimpa jatuhan kayu-kayu yang sudah lapuk dan tajam, menancap di dadanya dan membunuhnya seketika. Lalu, mereka berniat pergi dari tempat itu, yang tersisa hanya Kinar, Satyo dan Ago. Ago yang terluka karena keributan tadi, harus dipapah oleh Kinar dan Satyo, namun saat dipapah oleh keduanya, ia terlepas dan jatuh berguling-guling dari tangga karena kaki Kinar tertusuk paku. Saat mereka menghampiri Ago yang jatuh, ia telah tewas karena saat jatuh ia tertusuk batu yang tajam di bawah sana. Ejaan tersebut sudah hampir sempurna, KITA MATI, dan sekarang Satyo dan Kinar sedang berusaha untuk tidak terkena kematian.
            Setelah  kejadian itu dan teman-temanya banyak yang mati akhirnya Satyor mengusulkan untunk menantang maut dengan pergi ke puncak bersama dengan Ago,Kinar,Mei.Satyo mengusulkan itu karena diberitahu oleh Imas seseorang yang pernah dekat dengan Satyo,Imas akan mematikan Satyo karena dia telah menjauh dari hidup Imas,karena wajah Imas sudah rusak,dan dengan cara mematikan satu persatu teman-teman Satyo Imas berharap pasti bisa mematikan satyo juga.Di perjalanan menuju puncak Ago yang menyetir tetapi Ago malah hilang kendalinya dan Ago pun melaju kearah yang salah dan Satyo langsung merebut kemudinya.Akhirnya mobil itu pun ringsek dan mengeluarkan asap,mereka tersesat dan tidak tahu mereka ada di mana,merea menemukan sebuah rumah tua di seikitar pekebunan teh.Rumah itu kelihatan tidak berpenghuni disana,karena mereka merasa tidak aman akhiranya mereka berpencar untuk mengetahui apakah rumah tua itu ada penghuninya atau tidak,akhirnya mereka pun duduk dengan membentuk lingkaran di ruang tamu,tapi tiba-tiba ada sebuah burung gagak yang melintas berarti itu pertanda akan ada yang mati setelah ini.Kinar mengingatkan kepada teman-temanya bahwaa mereka harus menjauhi benda yang berkrat,mereka mendengar suara air di kamar mandi dan pintu yang membuka dan menutup.Akhirnya mereka di bagi menjadi 2 kelompok untuk melihatnya Mey dengan ago untuk mengecek suara air tadi,dan Satyo dengan Kinar melihat pintu yang terbuaka.Tiba-tiba Mey malah menjerit Satyo dan kinar malah kaget,Mey langsung lari mendekati Satyo dengan wajah yang ketakutan dia sendiri tanpa Ago.Satyo pun bertanya dAgo dimana dan Mey pun langsung menunjukan bahwa Ago ada di kamar mandi,Satyo dan Kinar pun langsung melihat Ago dengan berlumuran darah.Mey mengatakan bahwa dia akan ngehancurin urutan kematian teteapi rencana itu mlah gagal.Tiba-tiba Mey memukul Satyo hingga Satyo jatuh.Lalu kinar ditunjukan tubuh Satyo yang tergeletak di lantai,lalu mereka pun menuju kekamar mandi untuk melihat Ago,Mey menusukan potongan besi ketubuh Satyo  dan  ke paha kinar.Pintu kamar mandi pun jatuh menimpa tubuh mei karena sudah tua akhirnya mey pun mati.Akhirnya Kinar,Satyo dan Ago pergi dari rumah ituuntuk menyelamatkan diri,tiba-tiba di jalan kinar tertusuk paku.kinar melihat perempuan berwajah rusak di teras rumah tua itu,di teras itu terdapat pagar runcing tiba-tiba Kinar mendorong bahu Ago hingga ago jatuh di depan pagar runcing yang berkaratan itu,Satyo pun menolong Ago tetapi pegangan satyo lepas dan akhirnya Ago pun mati.Kinar beranggapan bahwa satyolah yg telah membunuh Ago.mereka berdua terus berjalan tetapi Kinar merasa cemas dia takut kalau dirinya akan di bunuh seperti temannya Ago .
            Satyo dan Kinar tiba di depan rumah Kinar.bibik Kinar melihat penampilan mereka yang cukup aneh da berantakan Satyo akhirnya pulang untuk mengobati lukanya di puskesmas.Kinar memanggil satyo dengan tyo dan satyopun kaget karena tidak biasanya kinar memanggil dirinya tyo.Satyopun teringat dengan imas dan akhirnya kinarpun bertanya kepada satyo kenapa satyo harus malu punya pacar berwajah cacat.kinarpun mulai memikirkan sesuatu yaitu urutan kematian,tidak beberapa lama kemudian bibik kinar membawa dua gelas air putih yang berembun di bagian luar gelasnya dan diapun meminumnya air tersebut terasa pahiot dab akhirnya gelasnyapun di lempar ke sembarang arah oleh Kinar bibiknyapun merasa ketakutan kalau akan terjadi apa-apa terhadap Kinar,mata kinar memerah dia seperti menahan rasa sakit.dia melihat di jendela ada burung gagak dan mencoba mengusirnya bibik kinar menahan tubuh kinar yang  jatuh dan dia berusaha untuk membangunkannya.Kinar belum ingin mati tetapi maut perlahan mengintai dirinya.
Satyo, yang saat akan pulang kerumahnya, ia naik angkot dan minum air mineral. Dirumahnya, Kinar yang juga minum air mineral tersedak dan didatangi oleh burung gagak penanda kematian. Setelah itu, Satyo dikabarkan sudah meninggal, dan Kinar yang tidak tahu mengapa, mendapatkan jawaban seutuhnya dari Imas yang juga mantan pacar Satyo namun ditinggalkannya karena Imas buruk rupa. Karena akibat dari kecelakaan ,Imas mengaku bahwa ia membunuh Satyo dengan mencampurkan obat tidur ke air mineral tersebut, dan membuat ia tertidur dan kepalanya keluar dari jendela angkot dan sebuah mobil menggilas kepalanya. Kinar yang tidak terima, membentak Imas namun keduanya berada dalam pertarungan sengit, sampai akhirnya, Imas tewas karena tertusuk nisan orang meninggal. Kinar berhasil lolos dari semuanya.
Setelah Satyo meninggal Kinar pun tak kuasa untuk menyimpan kesedihannya itu,karena Satyo adalah orang yang sangat di cintai oleh Kinar.Satyo diduga meninggal karena keracunan minuman lalu polisi melacak semua pedangang asongan yang menjual minuman tersebut teteapi malah tidak ditemukanya bukti sedikitpun,ketika hari sudah sore Kinar pergi ke pemakaman ,disana Kinar sangat merindukan sosok Satyo”Maafkan aku Satyo aku tak bisa mencegah kemaianmu”.Tiba-tiba ada gulingan Karton yang pernah ia lihat,bahwa gulungan kertas itu adalah milik Satyo yang gambarnya adalah bis terbakar.Ada suara kaki disekitar pemakaman itu yang mendekati Kinar .Dia adalah seseorang wanita yang wajahnya terlindung oleh kerudung hitam ternyata dia adalah Imas.Imas pun menceritakan masa lalunya bersama Satyo hingga dia ditinggal oleh Sstyo karena wajahnya telah rusak akibat kecelakaan.Kinar merasa bahwa yang membuntuti ia selama ini Imas,ternyata dugaanya benar.Imas pun menceritakaan semua yang telah dia lakukan selama ini dia pernah mengirimkan gambar kepada Satyo tetapi malah Satyo tidak memperdulikannya,dia menyuruh Satyo untuk maengacaukan urutan kematiannya,dan Imas pun mengatakan kepada Satyo bahwa Satyo harus membunuh salah satu dari temanya tetapi Imas menyarankan untuk membunuh Kinar.Imas pun bercerita bahwa bayangan yang ada di punxcak adalah dirinya dan dialah yang telah membunuh Mey dengan menjatuhkan pintu yang telah rapuh.Imas juga menceritakan bahwa dialah yang telah mencampuri minuman yang akan iminum oleh Satyo.Ketika Kinar memngatakan bahwa dia mencintai Satyo ,Imaspun semakin marah hingga akhirnya tubuh kinar didorong olrh Imas ia juga menindih tubuh Kinar dan mencekiknya.Kinar meraih batu yang ada disamping tubuhnya untuk memukul Imas ,Kinar mencoba melarikan diri tetapi malah Imas memegang kaki Kinar ,Imaspun meremas tanah kuburan yang ada disekitar tubuh Imas lalu dia lemparkan kemata Imas hingga matanya merasa perih ,Imaspun lalu mengambil linggis yang telah digunakan untuk membuat kuburan tetapi ia tidak bisa mengambil linggis itu .Tiba-tiba dia melihat Satyo yang berdiri diujung kuburan itu,ia pun mendengar Satyo mengatakan sesuatu “Imas ....aku ngga akan biarinin kamu bunuh Kinar,cinta itu realistis.dia pun kembali mencekik Kinar hingga dia tidak berdaya tiba-tiba seperti ada kekuatan baru yang masuk dalam tubuh kinar Darahnya mendidih ,kedua tanganya mencengkeram kedua tangaan Imas.Imaspun sepertinya melihat Satyo datang kembali ,kinarpun langsung berdiri dari lubang kuburan,Kinar mencari-cari Satyo .Jiwa kinar sangat Syok.Kinarpun menangis tertunduk ditanah .Kjadian itu telah menyelamatkan dirinya dari kematian ,Tiba-tiba ada gagak di pohon kamboja.Dia mencoba mendekatinya tapi malah gagak itu pergi jauh.
       Kinar akhirnya telah mengerti setelah kejadian itu ternyata diat tidak termasuk dalam urutan kematian itu.Kinar mendapat kiriman sebuah amplop cokelat ukuran besar ,diapun membuka bingkisan tersebut dan ternyata isinya adalah sebuah kertas yamg bergambar BIS KECELAKAAN YANG TERBAKAR.Dia mengira bahwa Imaslah yang meggambar lukisan itu di dalam lukisan itu terdapat corat caret gamba ,Kinarpun memprhatikan gambar tersebut ternyata ada sosok perempuan yaitu Imas.Kinar sekarang paham kalau ternyata huruf "I" itu ternyata bukan dirinya melainkan Imas.Sekarang Kinar harus rela melepaskan Satyo orang yang dicintainya.Dia berfikir kalau cinta sejatin tetapi tetap ada walau terpisah oleh maut.

2 komentar:

  1. ini film emang udah lawas banget ditahun 2007
    tapi sampai sekarang masih inget dan gak suka banget ama nih film jiplak abis soalnya ama Final Destination
    katanya diangkat dari buku/novel, berarti tuh buku same aje jiplak “FD” donk?? itu buku terbitan tahun 2007 kan… Final Destination udah ada sejak tahun 2000…

    “Miracle : menantang maut : a novel / Gola Gong ; based on script by Anggoro S. & Helfi Kardit”

    dan satu hal lagi judulnya GAK BANGET deh
    tapi nih film malah lebih mirip ke final destination 5 karena ada unsur bus nya, padahal waktu itu baru masuk final destination 2 ya,,, haha
    mungkin sutradara/penulis ceritanya udah ngeliat bahwa di masa depan “FD” akan dibuat sequel nya yang di Bus… hahahaha

    BalasHapus
  2. Hallo,,,mana nih yang suka nonton film di HP,,,?
    sekarang kalian gak perlu khawatir mau nonton film film pilihan dan terbaik,semuanya ada dalam satu aplikasi,yaitu aplikasi INFLIXER,aplikasi yang satu ini di jamin membuat kalian enjoy nonton film karena kualitas dan pilihan film nya yang beribu ribu pastinya seru abisss,,,rumahmu pasti akan seperti bioskop karena keasyikan nonton,,,wkwkkw
    yuk download aplikasi INFLIXER,,,enjoy guys buat nonton beribu pilihan film terbaik di HPmu.

    BalasHapus